Sabtu, 30 November 2013

RESUME KELOMPOK 1


Arti Penting Organisasi dalam Kehidupan Bermasyarakat
Organisasi mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya kemajuan dari organisasi tidak lepas peran dari seluruh anggota dan pemimpinnya yang saling membantu dan berdedikasi terhadap apa yang menjadi visi misi dari organisasi. organisasi adalah kumpulan individu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. organisasi merupakan wadah bagi masyrakat dalam tujuannya yang positif dan mencari solusi bersama masyrakat dalam merealisasikan kesejahteraan bagi masyrakat.
Pentingnya sebuah organisasi bagi masyrakat tentu banyak dampak positif yang diambil dalam berorganisasi yaitu :
1.      Menciptakan kerukunan antar individu dalam melaksanakan setiap program organisasi di lingkungan masyarakat.
2.      Merealisasikan tujuan organisasi dalam setiap dedikasinya kepada masyrakat.
3.      Mengurangi angka pengangguran dilingkungan masyrakat.

RESUME KELOMPOK 6



Organisasi dan Kepemimpinan
Organisasi adalah sebagai alat dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau lebih yang bekerja sama untuk  mencapai tujuan.
Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu.
Teori Kepemimpinan
1.      Teori Genetie: bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.
2.      Teori Sosial: Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, maka  penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born”.  Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa  etiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3.      Teori Ekologis: Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial.  Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahir nya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, yang mana bakat tadi kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan nya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimiliki.
Syarat-Syarat Pemimpin yang Baik
1. Kekuatan atau energi
            Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
2. Penguasaan emosional
            Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.



3. Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan
            Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.
4. Kecakapan berkomunikasi
            Kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.
5. Kemampuan teknis kepemimpinan
            mengetahui azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan.
6. Percaya terhadap kemampuan orang lain
            Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya.
7. Mendengar apa yang disampaikan orang lain
            Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai.
8. Kemampuan memahami orang lain
            Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang        lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan.
9. Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
            Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses.


10. Memperlengkapi orang lain
            Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita.

Tipologi Kepemimpinan

Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1.Tipe Otokratis
2.Tipe Militeristis
3.Tipe Paternalistis.
4.Tipe Karismatik.
5.Tipe Demokratis.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan
A.      Faktor Kemampuan Personal
B.      Faktor Jabatan
C.      Faktor Situasi dan Kondisi
Kesimpulan
            Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakansesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripadanya kemampuan berfikir secara konsepsional, strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin generalist, dan semakin besar tanggung jawab terhadap suatu kelompok atau organisasi yang ia pimpin, sedangkan semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan kepribadian nya.

RESUME KELOMPOK 5



PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

1.     Definisi
Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

2.    Faktor-Faktor Perubahan Organisasi
·         Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya.Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya.Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu.Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
·         Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
§  Problem hubungan antar anggota,
§  Problem dalam proses kerja sama,
§  Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.

3.    Proses Perubahan.
Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.
·         Dorongan untuk Berubah
·         Dorongan Eksternal
·         Dorongan Internal

4.    Jenis Perubahan Dalam Organisasi
§  Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.
§  Perubahan Reaktif
Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

5.    Langkah-langkah komprehensif dalam proses perubahan.
§ Mengenali kebutuhan akan perubahan
§ Menetapkan tujuan perubahan
§ Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan
§ Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan
§ Merencanakan implementasi untuk perubahan
§ Mengimplementasikan perencanaan perubahan
§ Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut

6.    Ciri-Ciri Pengembangan Organisani.
§  Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
§  Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
§  Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
§  Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
§  Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
§  berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
§  Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

7.    Metode Pengembangan Organisasi.
1)      Metode Pengembangan Perilaku, meliputi :
·       Jaringan Manajerial (Managerial Grid)
·       Latihan Kepekaan
·       Pembentukan Tim
·       Umpan Balik Survei

 2)      Metode Pengembangan Ketrampilan dan Sikap
Metode pengembangan ketrampilan dan sikap ini meliputi :
     a)      On The Job Training
b)      Job Instruction Training
c)      Of The Job Training
d)      Vestibule Training